Bupati Kabupaten Kerinci
H. Murasman, S.Pd. MM.

SAKAWANABHAKTI

SAKAWANABHAKTI

SAKAWANABHAKTI

Revitalisasi gerakan pramuka merupakan amanat Presiden RI selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka dalam peringatan hari pramuka ke 45 TGL. 14 AGUSTUS 2006. Revitalisasi Gerakan Pramuka berarti menjadikan gerakan Pramuka sebagai alat yang vital menyiapkan generasi muda menjadi anggota masyarakat yang Imtaq dan Iptek, melalui kepramukaan.

Dinas kehutanan dan Perkebunan Kab. Kerinci tahun 2011 mengadakan Pelatihan Ketrampilan Masyarakat tentang Budidaya Jamur Tiram Angkatan I

Dinas kehutanan dan Perkebunan Kab. Kerinci tahun 2011 mengadakan Pelatihan Ketrampilan Masyarakat tentang Budidaya Jamur Tiram Angkatan I

PELATIHAN KETRAMPILAN MASYARAKAT

Pelatihan ketrampilam masyarakat angkatan I “ Budidaya Jamur tiram”

Pelatihan dilaksanakan mulai tanggal 15  sampai dengan 17 Juli 2011, di Aula Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Kerinci. Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari desa sekitar hutan adat Kab. Kerinci.

Pemkab Kerinci mengundang Peneliti Ahli dari Kementrian Pertanian RI. untuk melakukan penelitian tentang Perlindungan Wilayah Geografis Kayu Manis Kerinci

Pemkab Kerinci mengundang Peneliti Ahli dari Kementrian Pertanian RI. untuk melakukan penelitian tentang Perlindungan Wilayah Geografis Kayu Manis Kerinci

Perlindungan wilayah geografis kulit manis dapat didefinisikan sebagai daerah asal suatu produk perkebunan yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam dan faktor manusia memberi indikasi tertentu yang dapat dihasilkan wilayah lain (PP RI No. 31 tahun 2009)
Wilayah geografis adalah daerah tertentu yang tidak terikat pada batas wilayah administratif pemerintah.

Menjelang Penutupan Akhir Tahun 2011 Pemda Kerinci mendapatkan Program BLM - PPMPBK dari Kementrian Kehutanan RI

Menjelang Penutupan Akhir Tahun 2011 Pemda Kerinci mendapatkan Program BLM - PPMPBK dari Kementrian Kehutanan RI

Jumlah penduduk Indonesia yang tinggal didesa-desa didalam dan di sekitar kawasan hutan yang kehidupannya bergantung pada sumber daya hutan cukup banyak sekitar 48,8 juta orang dimana 10,2 juta orang diantaranya tergolong miskin, Sedangkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2009 jumlah penduduk miskin tercatat 52,53 juta, dari jumlah tersebut sekitar 20,65 juta jiwa berada di pedesaan dengan mata pencaharian utama di bidang pertanian.

Menjelang Penutupan Akhir Tahun 2011 Pemda Kerinci mendapatkan Program BLM - PPMPBK dari Kementrian Kehutanan RI

Menjelang Penutupan Akhir Tahun 2011 Pemda Kerinci mendapatkan Program BLM - PPMPBK dari Kementrian Kehutanan RI

Jumlah penduduk Indonesia yang tinggal didesa-desa didalam dan di sekitar kawasan hutan yang kehidupannya bergantung pada sumber daya hutan cukup banyak sekitar 48,8 juta orang dimana 10,2 juta orang diantaranya tergolong miskin, Sedangkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2009 jumlah penduduk miskin tercatat 52,53 juta, dari jumlah tersebut sekitar 20,65 juta jiwa berada di pedesaan dengan mata pencaharian utama di bidang pertanian.